PANDAWA 5: INTERNALISASI NILAI MORAL DAN EDUKASI ANAK JALANAN MELALUI LEARN TO SHINE GUNA MEMBANGUN 21ST CENTURY SKILL
Kata Kunci:
Street Children, Pandawa 5, Learn to shine, 21st century skillAbstrak
Anak Jalanan merupakan bukti ironisnya ketimpangan kehidupan salah satunya pada aspek pendidikan. Eksistensi anak jalanan di kota Malang terus mengalami peningkatan, pada satu tahun terakhir berjumlah 104 orang. Keberadaan anak jalanan yang tidak memiliki akses pendidikan dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi keluarga yang kurang, sehingga memilih untuk putus sekolah guna bekerja dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Terdapat komunitas yang manjadi memberdayakan anak jalanan di kota Malang yaitu Save Street Child, komunitas tersebut memberikan layanan edukasi kepada anak jalanan namun belum mampu menumbuhkan karakter moral dan kompetensi 21st century skill. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membagun 21st century skill melalui internalisasi nilai moral dan edukasi yang terintegrasi pada tokoh Pandawa 5 dengan pendekatan learn to shine. Metode Pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut dilakukan pada hari Minggu, 11 Juni 2024. Terdapat 4 metode pelaksanaan yang dilakukan yakni 1) identifikasi masalah; 2) penentuan tujuan pengabdian; 3) Penyusunan desain operasional; 4) pelaksanaan dan pengumpulan data; 5) analisis data; dan 6) pelaporan serta publikasi. Hasil pengabdian masyarakat mampu meningkatkan kompetensi 21st century skill pada anak Jalanan di kota Malang. Internalisasi nilai moral dan edukasi anak jalanan dalam 5 tokoh Pandawa melalui pendekatan learn to shine tersebut mempu memberikan moral yang religius, integritas, mandiri, nasionalis, dan gotong royong. Sejatinya pengabdian masyarakat ini merupakan inovasi dalam mewujudkan akses pendidikan yang layak terhadap anak jalanan di kota Malang.





