KOMUNIKASI KRISIS POLRI DALAM MASA TANGGAP DARURAT BENCANA HIDROMETEOROLOGI TAHUN 2025 DI SUMATERA UTARA
Abstract
Bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara pada akhir tahun 2025 memicu krisis
multidimensi yang menguji kapasitas komunikasi publik institusi Polri. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi strategi komunikasi krisis Polri melalui analisis isi pemberitaan media
online selama masa tanggap darurat. Metode penelitian menggunakan analisis isi kuantitatif
terhadap 100 unit berita dari lima portal berita arus utama dengan menggunakan kerangka
kerja Situational Crisis Communication Theory (SCCT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Polri secara dominan menerapkan strategi instructing information (40%) dan adjusting
information (35%) untuk mengelola ekspektasi publik. Temuan valuasi berita memperlihatkan
tingkat apresiasi media sebesar 55%, yang mengonfirmasi efektivitas sinkronisasi antara
tindakan operasional di lapangan dengan narasi humas. Kesimpulan penelitian menegaskan
bahwa penggunaan strategi komunikasi yang transparan, empatik, dan berbasis data teknis
mampu mempertahankan legitimasi serta reputasi institusi di tengah situasi darurat.
Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem komunikasi preventif berbasis data
hidrometeorologi untuk menghadapi ancaman bencana di masa depan secara lebih antisipatif



