ANALISIS FRAMING MEDIA TERHADAP STRATEGI KOMUNIKASI POLRI DALAM IMPLEMENTASI PEMOLISIAN DEMOKRATIS
Abstract
Penelitian ini menganalisis framing media terhadap strategi komunikasi Polri dalam kerangka
pemolisian demokratis melalui pemberitaan lima media daring tier satu, yaitu Kompas, Detik,
Antara, Republika, dan BBC Indonesia, pada periode Januari 2024 hingga Desember 2025.
Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya peran komunikasi kepolisian pasca
terbitnya Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah
mengidentifikasi pola framing media dan posisinya dalam wacana legitimasi, akuntabilitas,
dan partisipasi publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis
framing Entman. Unit analisis mencakup pendefinisian masalah, penentuan penyebab,
evaluasi moral, dan rekomendasi penanganan dalam teks berita. Hasil penelitian menunjukkan
adanya variasi framing antarmedia yang dipengaruhi oleh orientasi ideologis dan posisi
institusional media. Media nasional cenderung menekankan profesionalisme dan stabilitas.
Media asing lebih menyoroti aspek demokrasi dan hak sipil. Kesimpulan penelitian
menegaskan bahwa komunikasi Polri dalam wacana media berfungsi sebagai praktik
legitimasi yang dimediasi oleh logika media. Pemolisian demokratis terbentuk melalui proses
konstruksi makna yang bersifat simbolik dan dinamis.
Kata Kunci: Analisis Framing, Model Entman, Pemolisian Demokratis, Strategi Komunikasi,
Media Online



